Selasa, 19 September 2017

Kewajiban mobil bergarasi

Oleh : Darmaningtyas

Selama dua minggu awal September ini saya banyak melayani wawancara wartawan yang bertanya mengenai peraturan Pemprov DKI Jakarta tentang keharusan pemilik mobil untuk memiliki garasi.

Minggu, 10 September 2017

MENGHIDUPKAN KEMBALI ANGKUTAN UMUM DI YOGYA

Oleh :Darmaningtyas
Judul ini mengesankan seakan-akan angkutan umum di Kota Yogyakarta khususnya dan DIY umumnya telah mati. Tapi memang demikianlah keadaannya bila dibandingkan dengan kondisi dekade 1980-1990-an. Akhir 1980-an hingga pertengahan 1990-an adalah puncak perkembangan angkutan umum di Kota Yogyakarta, selain ada bus kota Kopata, ada Kubotri (L300), Aspada, Damri, Koperasi  Pemuda, dan bus sedang warna putih, serta Angkudes. Hampir semua bus sedang melintasi kampus UGM dan beberapa rute melintasi IKIP Yogyakarta atau sekarang UNY. Karena jalurnya yang kesemuanya melintas di Kampus UGM itulah maka Bus Kota Kopata itu populer dengan sebutan Bus Kampus.

Menggusur Motor dari Jalan-jalan Protokol

Oleh : Darmaningtyas
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana memperluas pelarangan operasional sepeda motor di jalan-jalan protokol di Jakarta. Setelah pelarangan operasional sepeda motor di Jalan Thamrin hingga Jalan Medan Merdeka Barat sejak Juli 2014 sukses, rencana pelarangan diperluas sampai Bundaran Senayan (Jalan Sudirman berbatasan dengan Jalan Sisingamangaraja) per 1 September 2017, dan rencananya pelarangan akan sampai di Jalan Rasuna Said, Kuningan.

Selasa, 29 Agustus 2017

Angkutan online pasca-putusan Mahkamah Agung

Putusan Mahkamah Agung (MA) No. 37 P/HUM/2017, 20 Juni 2017, membatalkan sejumlah pasal Peraturan Menteri Perhubungan No. 26 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek. Putusan itu justru menimbulkan kekosongan hukum bagi operasional taksi online.

Kamis, 03 Agustus 2017

PROBLEMATIK KIP (KARTU INDONESIA PINTAR)

                                                      Oleh : DARMANINGTYAS

Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) merupakan salah satu program unggulan Presiden Joko Widodo (Jokowi)  dalam bidang pendidikan yang dijanjikan pada saat kampanye pemilihan presiden (Pilpres) 2014 lalu. Program ini bertujuan untuk menghilangkan hambatan anak usia sekolah secara ekonomi untuk berpartisipasi di sekolah sehingga mereka memperoleh akses pelayanan pendidikan yang lebih baik dari tingkat dasar hingga menengah, mencegah murid mengalami putus sekolah akibat kesulitan ekonomi, serta mendorong anak yang putus sekolah agar kembali bersekolah.

Rabu, 26 Juli 2017

YOGYA TIDAK PERLU JALAN TOL

Oleh : Darmaningtyas

Di media sosial dan juga viral melalui WhatsApp (WA) dalam satu minggu terakhir (Juli minggu ketiga) ramai dibcarakan pernyataan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengenai penolakannya terhadap pembangunan jalan tol di Yogyakarta dengan alasan jalan itu tanggung jawab pemerintah, yang musti bisa dinikmati oleh rakyat secara gratis, bukannya dibangun oleh  swasta, lalu rakyat yang lewat harus bayar mahal. “Di Yogyakarta tidak ada jalan tol. Pemerintah Pusat juga sepakat, saya (Sultan Yogya) tidak setuju adanya jalan tol,  karena rakyat tidak akan mendapatkan apa-apa. Kalau jalan mau diperlebar itu silahkan saja, tetapi jangan dibikin tol”, demikian kata Sultan BH X. Menurutnya, yang diuntungkan dengan adanya tol itu pihak yang membuat tol saja, tetapi rakyat di sekelilingnya tidak dapat apa-apa, karena jalan tol itu ditutup, orang di kiri kanan tol tak memiliki akses ke jalan itu, kecuali harus bayar dan seringkali harus mutar-mutar dulu dan jauh pula.

Rabu, 12 Juli 2017

EVALUASI ANGKUTAN LEBARAN 2017

Oleh : DARMANINGTYAS

Usai sudah hajatan besar penyelenggaraan angkutan mudik Lebaran 2017 dengan segala suka dukanya. Namun secara umum dapat ditarik kesimpulan bahwa penyelenggaraan angkutan mudik Lebaran 2017 ini jauh lebih baik daripada Lebaran 2016 atau tahun-tahun sebelumnya. Ini hal yang wajar karena Pemerintah selalu belajar dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya. Ada dua indikator yang dapat dipakai sebagai dasar penyimpulan bahwa penyelenggaraan angkutan mudik Lebaran 2017 lebih baik dari sebelumnya, yaitu arus lalu lintas yang lebih lancar dengan tingkat kemacetan (secara sporadis) maksimal lima jam, serta menurunnya jumlah korban meninggal akibat kecelakaan mencapai 40% lebih.